BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Nurani Institute Hidupkan Karakter Melalui Tradisi Pengajian Remaja Dan Kaum Ibu

NI, Jakarta (28/2/15), Nurani Institute kembali menyelenggarakan pengajian rutin yang dikemas dengan menghidupsuburkan tradisi Khatmil qur’an (mengkhatamkan al qur’an) bagi para remaja, kaum ibu dan kalangan jamaah majelis taklim di wilayah Jakarta Pusat. Tradisi ini dilakukan Nurani Institute bersama mahasiswa dan alumni Pendidikan Dasar Ulama (PDU) binaan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat, setiap minggu ke empat di setiap bulannya. Direktur Nurani Institute, Dr. Hj. Nurhidayah, M.Si, menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan selain untuk sarana silaturrahmi seluruh mahasiswa dan alumni PDU, juga diharapkan dapat menjadi forum silaturrahiem antara PDU yang terdiri dari sejumlah kader ulama muda dengan masyarakat di Jakarta Pusat. Selain itu, acara ini dimaksudkan sebagai bahagiandari upaya membangun karakter remaja dan anak bangsa untuk membangun sikap religius, gemar membaca (dlm hal ini membaca alqur’an yng menjadi pedoman dan panduan hidup muslim), peduli terhadap lingkungan dan kondisi sosial, serta menanamkan tanggungjawab bahwa setiap amanah yang diberikan oleh masyarakat perlu terus dipersembahkan untuk kepentingan masyarakat.



Acara Khatmil quran ini dimulai sejak akhir Desember 2014 yang lalu, dan diharapkan dapat terus dikembangkan dan dilanjutkan dimasa-masa mendatang, ujar Ustadz Faturrahman alumni PDU angkatan I.  Dalam acara khatmil qur’an ini dilengkapi pula dengan pembacaan surah Yasin bersama dan doa Ratibul Haddad agar seluruh elemen bangsa (pemimpin dan rakyat) Indonesia senantiasa mendapat pertolongan Allah SWT dan dimudahkan segala urusan dalam menata pembangunan yang berbasis kerakyatan. Dalam acara tersebut dilaksanakan pula taushiah untuk menanamkan keimanan seluruh jamaah dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan kehidupan. KH. Hidayat Ahmad sebagai tokoh masyarakat di kelurahan Kramat mengharapkan acara seperti ini perlu terus dihidupkan untuk turut memberi kontribusi bagi pengembangan karakter remaja dan anak bangsa serta selalu membiasakan tradisi yang baik dalam masyarakat kita.

Selasa, 19 Agustus 2014

Lomba Mewarnai & Melukis


Minggu, 17 Agustus 2014

Nurani Institute Meriahkan HUT Kemerdekaan RI 69


Jakarta (NI), hari ini (17/8) Nurani Institute kembali mengadakan serangkaian kegiatan pendampingan terhadap keluarga di RW 05 dan RW 06 Kelurahan Kramat. Kegiatan tersebut  dilakukan dalam bentuk lomba yang sekaligus diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 69. Sebagaimana lazimnya masyarakat di seluruh Indonesia termasuk Jakarta dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, semarak dengan hiruk pikuknya berbagai  lomba. Lomba panjat pinang, lomba balap/lari karung, lomba lari sendok, lomba makan kerupuk, dan berbagai lomba lainnya meramaikan keceriaan warga.

Direktur Nurani Institute, Hj. Nurhidayah menyampaikan bahwa dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 69, Nurani Institute sebagai sebuah lembaga yang selalu terjun mendampingi berbagai dinamika dalam masyarakat, menganggap penting menyelenggarakan sejumlah lomba yang lebih memiliki nilai edukatif, disbanding lomba yang lazim diselenggarakan dalam berbagai pesta rakyat 17an yang umum dilaksanakan. Nurani Institute dengan mottonya “Bersama Anda Hadirkan Solusi” selalu berupaya menyelami persoalan masyarakat dengan pendekatan cultural (budaya) maupun empiris (berbasis ilmu pengetahuan), Tambahnya.
Tema kita kali ini kata Nurhidayah, adalah Meriahkan Lomba 17an dengan Mengeratkan silaturrahiem antara Ibu dan Anak”. Interaksi “keakraban keluarga” ini dikemas dalam sejumlah perlombaan seperti : Lomba mewarnai, Lomba lari sarung Ibu dan anak, Lomba lagu perjuangan, Lomba Ibu memasukkan benang dalam jarum yang dipandu anaknya, loimba tarik tambang ibu-ibu, dan sejumlah lomba edukatif lainnya.

Lomba ini  diselenggarakan selain untuk menguji kecepatan, ketangkasan, keterampilan peserta, juga diharapkan dapat lebih mengakrabkan hubungan antara ibu dan anak. Hubungan keseharian yang selama ini rutin terjadi antara ibu dan anak dalam aktivitas keseharian, ingin lebih dicairkan dan lebih diakrabkan dalam suasana keceriaan dan semangat nasionalisme.     

Jumat, 25 April 2014

Doa Bersama Nurani Institute

(Pembacaan Ratibul Haddad dan Doa Bersama Peresmian Nurani Institute.)

Jakarta, NI ((Selasa, 8/4/2014), Lembaga Nurani Institute bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat mengadakan istighosah dan doa bersama untuk pemilu yang aman, damai, dan mendapat Ridho Allah. Acara tersebut diawali dengan doa bersama dan peresmian beroperasinya Nurani Institute sebagai lembaga yang selalu siap memberikan advokasi kepada masyarakat untuk bidang psikologi, komunikasi, dan hukum. Meskipun telah mulai berdiri sejak 12-12-2012, Nurani Institute baru memiliki kantor resmi pada tahun 2014 ini. Karena itu, dengan semangat pemilihan umum yang bermartabat serta sebagai upaya mendorong optimalisasi aspirasi rakyat untuk memilih calon legislatif terbaiknya, "malam 9 April 2014 ini menjadi alternatif pilihan yang cukup tepat untuk memulai sesuatu yang baik", kata Direktur Nurani Institute Dr. Hj.Nurhidayah, M.Si.

Pada kesempatan yang sama Tuan Afero Harahap sebagai ketua Divisi Hukum Nurani Institute menyampaikan rasa puasnya tas terselenggaranya doa bersama sekaligus persemian lembaga Nurani Institute Jakarta, "malam ini sangat bersejarah buat langkah awal lembaga kami, semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa meridhoi ikhtiar kami untuk kepentingan masyarakat ". 

Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah tokoh dan kiyai kondang Jakarta, seperti KH. Yusuf Aman, MA (Ketua MUI Jakapus), KH Ibrahim Karim, KH. Abu Naim Khofifi, dan ulama Kharismatik DKI Jakarta KH. Maulana Kamal Yusuf. Dalam acara sederhana yang dihadiri kurang lebih 200 orang masyarakat di sekitar Jakarta Pusat, KH Maulana kamal Yusuf menyampaikan supaya seluruh masyarakat Jakarta, khususnya kaum muslimn dan muslimat Jakarta supaya memilih dan jangan menjadi Golput. Karena ditangan masyarakatlah akan hadir pemimpin yang amanah. Karena itu, pada saat memilih jangan lupa baca Bismillah, lanjut Ulama kharismatik yang sering dipanggil Abah.

Acara doa bersama yang berakhir pukul 10.30 malam itu tetap setia diikuti oleh jamaah sampai selesai. Nurhidayah sebagai tuan rumah acara menyampaikan "mohon doa para Kiyai dan tokoh masyarakat semoga Nurani Institute selalu istiqmah berada di tengah masyarakat dan mengawal Negara dan bangsa tercinta menuju kejayaan", menutup pertemuan dengan senyum khasnya. (fer)

 
Copyright © 2015 Nurani Institute Indonesia